di situs Aladin138 Pernah gak sih kamu merasa tiba-tiba beruntung banget di satu momen, kayak dapet rejeki nomplok atau tiba-tiba hal-hal positif datang bertubi-tubi ke hidupmu? Ngerasa kayak “wah, ini pasti hoki banget deh,” terus kamu mulai mikir kalau semua yang kamu lakukan bener dan akan selalu ada keberuntungan yang menyertaimu. Eh, pas beberapa waktu berlalu, ternyata semuanya malah hilang begitu aja. Kamu jadi kebingungan, kenapa tiba-tiba fortune itu pergi? Ya, jawabannya simpel: itu bukan hoki, itu cuma feeling sesaat.

Banyak dari kita, terutama anak muda zaman sekarang, gampang banget terjebak dalam hal-hal yang sifatnya sementara. Misalnya aja, kalau lagi hoki banget, kita bakal merasa bahwa hidup ini penuh dengan keajaiban dan segala usaha pasti berbuah manis. Tapi kenyataannya, feeling itu bisa hilang secepat datangnya. Keberuntungan itu bukan sesuatu yang bisa dipastikan, apalagi kalau kamu cuma mengandalkan insting semata tanpa usaha yang jelas.

Kadang, kita terlalu sering mengandalkan feeling tanpa bener-bener paham apa yang sedang kita hadapi. Misalnya nih, kalau kamu tiba-tiba dapet keuntungan dari main saham atau main judi, perasaan kamu pasti langsung bilang, “Wah, gue jago banget nih!” Padahal, itu cuma momen keberuntungan yang bisa datang dan pergi tanpa kamu bisa kontrol. Banyak orang yang kena jebakan ini, dan akhirnya malah jadi ketagihan. Mereka berpikir bahwa itu adalah suatu kemampuan yang mereka punya, padahal itu cuma faktor keberuntungan semata. Itu kenapa penting banget untuk berhati-hati sama apa yang kita anggap sebagai “keberuntungan” dalam hidup.

Jangan salah, ini gak cuma terjadi dalam urusan uang atau barang. Dalam hubungan juga banyak yang kayak gitu. Kamu pernah gak ngerasain, misalnya lagi deket sama seseorang, terus rasanya kok semua berjalan lancar banget? Bener-bener ngerasa chemistry-nya dapet, perasaan itu bisa bikin kamu mikir kalau dia adalah orang yang tepat. Padahal, siapa tau itu cuma kebetulan atau rasa nyaman yang muncul karena kondisi tertentu. Jangan sampai kebawa perasaan karena segala sesuatu yang serba lancar jadi terkesan sempurna, karena siapa tau semuanya berubah dalam sekejap.

Sama halnya kayak misalnya kamu tiba-tiba jadi viral di media sosial. Banyak orang yang mulai follow kamu, komen di tiap postingan, dan kasih pujian sana-sini. Tiba-tiba kamu ngerasa “wah, ini aku udah terkenal nih.” Tapi kenyataannya, kebanyakan dari mereka cuma ikut-ikutan dan akan pergi begitu aja kalau tren itu mulai hilang. Perasaan populer itu sebenarnya gak selalu mencerminkan realita. Kadang yang viral cuma bertahan beberapa minggu atau bahkan beberapa hari aja. Makanya jangan terbuai terlalu lama dengan popularitas sesaat, karena itu bisa aja menghilang dengan cepat.

Jadi, kenapa feeling sesaat itu bisa bikin kita mudah terjebak? Itu karena otak kita emang suka banget mencari konfirmasi dan kepastian. Ketika segala sesuatunya berjalan lancar, kita jadi merasa semuanya udah sempurna dan pasti akan terus begini. Padahal, kenyataannya banyak faktor yang gak bisa kita prediksi dan kontrol. Kalau kita terlalu nempel sama perasaan itu, kita malah bisa jadi lengah dan lupa untuk terus berusaha. Ini yang jadi jebakan, karena perasaan “hoki” bisa membuat kita malas untuk berproses lebih lanjut dan malah menunggu keajaiban datang lagi.

Banyak yang bilang kalau keberuntungan itu datang karena kita berusaha keras, tapi sebenarnya lebih kompleks dari itu. Keberuntungan memang ada, tapi bukan faktor utama yang bisa bikin kita sukses atau jadi bahagia. Sukses itu datang dari konsistensi dan kerja keras. Hoki bisa datang kapan aja, dan kita gak bisa nentuin kapan itu bakal datang. Makanya penting banget untuk selalu punya mindset yang realistis, bukan cuma ngandelin feeling yang datang secara instan.

Tapi, jangan salah juga. Kadang feeling sesaat itu bisa jadi petunjuk buat kita. Mungkin itu adalah tanda kalau kita harus lebih serius dalam melangkah, atau sekedar buat ngerasain momen bahagia. Cuma, jangan sampe kita kebawa perasaan sampai lupa buat stay grounded dan kembali ke usaha yang lebih nyata. Feeling itu bisa datang dan pergi, sementara usaha yang kita tanamkan itu yang bakal bertahan dalam jangka panjang.

Seringkali kita lihat orang-orang sukses yang udah jadi contoh nyata, mereka gak mengandalkan hoki doang. Mereka paham betul kalau keberuntungan itu bagian dari perjalanan, tapi bukan faktor penentu utama. Yang lebih penting adalah cara mereka menghadapi kegagalan, kerja keras, dan sikap mereka yang gak gampang puas. Keberuntungan bisa jadi bumbu tambahan dalam hidup, tapi kalau kita cuma mengandalkannya, ya kita bakal cepet kecewa.

Bagi kamu yang lagi berjuang dan mungkin sempat merasa kalau segala sesuatunya udah berjalan mulus, inget ya, itu bisa jadi cuma rasa hoki sesaat. Jangan gampang terbawa arus dan terlena dengan kemenangan kecil yang datang secara instan. Lihat lebih jauh ke depan, pikirkan usaha apa yang bisa kamu lakukan untuk mencapai tujuan jangka panjang. Karena pada akhirnya, hidup bukan soal berharap terus-menerus ada kejutan atau hoki. Hidup itu soal gimana kita bisa terus bergerak maju meskipun kadang merasa gak beruntung.

https://readingbuddysoftware.com

Di balik setiap usaha dan kerja keras, pasti ada hasil yang akan kita raih. Kadang mungkin hasil itu gak langsung datang, tapi kalau kita terus berjuang, yakin deh hasilnya akan datang dengan cara yang lebih keren dan memuaskan. Keberuntungan bisa datang kapan saja, tapi yang lebih penting adalah bagaimana kita siap dengan usaha dan mental yang kuat, supaya bisa meraih apa yang kita impikan tanpa terlalu tergantung sama perasaan “hoki” yang datang sebentar.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours